Rabu, 27 Juni 2012

Negara Paling Kreatif Adalah Negara Jerman

Jerman penuh dengan keindahan alam

Negara Jerman merupakan salah satu Negara di Eropa yang memiliki suatu posisi serta kedudukan yang kuat di Uni Eropa. Jerman terletak di atara Negara Negara lainnya seperti Belanda, Belgia, Republik Ceko,Austria, Polandia. Yang dimana Negara Negara tersebut berbatasan langsung dengan Negara Jerman. Wilayah kedaulatannya seluas 357.000 km2 terbentang antara Laut Utara dan Laut Baltik di utara dan Pegunungan Alpen di selatan. Dan tentunya keindahan alamnya terbentang di seluruh penjuru Negara tersebut. Terdapat hutan yang terkenal dan nama hutan ini namanya sama dengan nama kue tart yang biasa kita makan yaitu, Black forest. Terdapat pula pegunungan pegunungan tinggi yang pada saat musim dingin, banyak pengunjung dari Negara Negara lain untuk ber ski di pegunungan tersebut. Nama pegunungan ini adalah pegunungan Alpen. Tidak hanya gunung dan hutan, tetapi di Jerman terdapat tiga sungai besar yang melewati Negara Ceko, Jerman, Belanda. Nama sungai ini adalah sungai Rhein, Donau dan Elbe. Sungai ini biasanya digunakan untuk wisata air di kota kota dimana sungai ini berada. Seperti di Berlin dan koln, banyak wisatawan yang naik dalam kapal kecil dan berkeliling menggunakan kapal tersebut untuk menikmati keindahan alam kota tersebut. Dan tentunya, kota kota di jerman dalam masa pembangunannya, mereka memadukan antara unsur sejarah dan modern. Jadi masih banyak sekali peninggalan bangunan bangunan kuno yang dibiarkan  dan dijadikan tempat wisata. Tetapi terdapat pula bangunan bangunan modern yang berdiri tegap di tengah perkotaan yang dapat menarik perhatian para orang orang yang melihatnya.

Sungai Rhein yang melewati kota Koln
Sungai Rhein yang melewati kota Koln
Gedung Gedung Pencakar LangitHutan Black Forest
Gedung Gedung Pencakar Langit                        Hutan Black Forest
Berliner DomGereja Buntung

Kamis, 21 Juni 2012

NITRIL

ISOLASI








Naproksen [asam 2-(metoksi-2-naftil) propionat] dan Ketoprofen [asam 2-(3benzoilfenil) propionat] merupakan senyawa farmaka yang termasuk dalam kelas antiinflamasi non-steroid. Sampai saat ini, (S)-Naproksen dan (S)-Ketoprofen diproduksi secara kimiawi. Namun, metode ini dianggap mempunyai beberapa kelemahan, antara lain karena memerlukan kondisi-kondisi yang ekstrem dan dalam proses produksi terbentuk produk-produk rasemat, sehingga biaya produksi menjadi tinggi. Secara prinsip, (S)-Naproksen dan (S)-Ketoprofen dapat dihasilkan dari biotransformasi senyilwa nitrillamida secara enantioselektif dengan menggunakan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji kemampuan beberapa isolat mikroba pendegradasi nitril yang telah diisolasi dari alam (Sunarko, 1996; Sunarko et ai., 1999; Sulistinah & Sunarko 2000) dalam mentransformasikan (R,S)-Naproksenitril dan (R,S)-Ketoprofenitril menjadi (S)-Naproksen dan (S)-Ketoprofen, (2) mengkarakterisasi enzim yang terlibat didalamnya, dan (3) menentukan stoikiometri dan kinetika, serta kondisi optimum untuk proses biotransformasi tersebut. Diharapkan, hasil yang diperoleh dapat digunakan sebagai landasan untuk men-scale up produksi (S)-Naproksen dan (S)-Ketoprofen. Diharapkan pula hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan biotransformasi senyawa-senyawa nitril lain untuk memproduksi senyawa-senyawa lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Kata kunci: biokatalis, biotransformasi, nitril-hidratase, amidase, mikrob, biofarmaka antiinflamasi non-steroid

Kamis, 14 Juni 2012

TUGAS KELOMPOK 3 KIMIA ORGANIK 2 ( AMIDA )

Anggota Kelompok
1. ARGO KUKUH WAHONO RRA1C110023
2. ERMY HOTDELIAH RRA1C110005
3.NI WAYAN ANGGA DEWI RRA1C110014
4.QUEEN TRI RESKI RRA1C110019
5. REJEKI L.SITUMORANG RRA1C110009
6. RISKA AMELIA RRA1C110008




SINTESIS AMIDA DERIVATIF DARI ASAM HUMAT DAN
APLIKASINYA SEBAGAI IONOFOR PADA ELEKTRODA
SELEKTIF ION Ni2+ BERBASIS MEMBRAN CAIR
Muhali, Dwi Siswanta, dan Dhony Hermanto
Jurusan Ilmu Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Kimia, Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta - Indonesia
http://dc311.4shared.com/doc/Fs10bCZ-/preview.html
Asam humat merupakan makro-molekul heterogen yang mengandung atom O, N, dan S yang memberikan kontribusi pada kemampuan senyawa tersebut untuk berinteraksi dengan logam. Asam humat larut dalam basa dan tidak larut dalam asam dengan berat   molekul besar, yang ditandai oleh adanya gugus fungsional kaya oksigen, yaitu –COOH, fenolik, alkoholik (-OH) dan C=O kuinon.
Gugus karboksilat adalah gugus dominan dalam senyawa ini yang memberikan sifat asam paling besar dibandingkan gugus fungsional lainnya. Senyawa humat memiliki kemampuan membentuk kompleks dengan ion-ion logam, terutama logam transisi.
            Berbagai penelitian tentang aplikasi asam humat telah dilakukan. Asamhumat banyak digunakan sebagai adsorben terhadap logam-logam alkali dan alkali tanah seperti Na dan K, Ca, Mg maupun logam-logam transisi seperti Fe,Cr, Cd, Ni, Zn, dan juga sebagai adsorben untuk ion NH4+ , dan lain-lain.
Asam humat yang diimobilisasikan pada PAH (polyethylaminehydrocloride) dalam sensor pestisida dan multi layer film asam humat sebagai material membran dalam sensor glukosa meneliti pengaruh konsentrasi dan kekuatan ion pada asam humat dan asam fulvat terhadap kemampuan membentuk ikatan dengan logam Cu dan Pb.
Dalam penelitian ini, asam humat dimodifikasi menjadi turunannya berupa senyawa amida yang disintesis melalui reaksi esterifikasi. Senyawa amida derivatif dari asam humat digunakan sebagai ionofor membran pada elektroda selektif ion. Kompleks ion logam Mn+(guest)  dengan amida derivative dari asam humat (host) atau ligan dapat dipertimbangkan sebagai model host- guest dimana ion logam Mn+ merupakan bola yang terperangkap dalam suatu struktur semacam lobang (cavity) dari molekul amida turunan dari asam humat yang memiliki rantai siklik atau terbuka. Sisi cavity ini mengandung gugus-gugus polar dari atom-atom elektronegatif seperti oksigen, nitrogen, dan sulfur dari amida derivat dari senyawa humat yang digunakan untuk berinteraksi
dengan ion logam Mn+
 Berdasarkan hal tersebut di atas, senyawa amida derivatif dari asamhumat diharapkan dapat diaplikasikan sebagai ionofor membran pada elektroda selektif ion. Ionofor merupakan reseptor yang stabil dan bersifat lipofilik,membentuk kompleks dengan spesies hidrofilik bermuatan. 
Ionofor merupakan komponen penting dalam membran yang merupakan penentu kualitas sensor
kimia.Komponen lain sebagai penyusun membran adalah plasticizer sebagai pelarut membran, zat aditif lipofilik, dan matriks pendukung membrane Dalam penelitian ini digunakan zat aditif berupa asam oleat dan NaTPB; plasticizer berupa DBE dengan matriks pendukung membran yaitu PVC.Membran tersebut diaplikasikan sebagai komponen dalam elektroda selektif ion.
Elektroda selektif ion (ESI) merupakan salah satu metode analisis yang penggunaannya cukup luas dan biasanya diaplikasikan pada analisis rutin terutama dibidang klinis, biokimia, proses kontrol,dan analisis lingkungan. Perkembangan ESI dewasa ini bertujuan untuk meningkatkan selektivitas dan sensitivitas dengan jalan sintesis dan karakteristik ionofor baru, sehingga dalam penelitian ini diharapkan sintesis amida dari asam humat dapat terjadi dan dapat diaplikasikan sebagai ionofor dalam membran pada elektroda selektif ion serta memberikan selektivitas yang baik terhadap suatu logam target.

inspirations in my life

Hallo guys ,,,,,,,
Bagaimana keadaan mu hare ini,,,
Huft.. walaupun hari ini sangat melelahkan bagiku
Tapi aq tetap have fun,,,,,tw kenapa…………..?????????????
Karena Hari ini aq begitu banyak mendapat  inspirasi dari orang2 terdekatku
Seseorang pernah berkata padaku
“ jangan terlalu sibuk mencari yang sempurna
Jika yang sederhana mampu membuatku bahagia
Kebahagiaan itu akan selalu ada di hatimu
Jika niatmu indah maka jalan yang akan kau lalui jga akan sangat indah.
Teruslah berbuat baik,berkata baik,memberi nasihat baik
Walaupun tidak banyak orang yang mengenalimu
Cukuplah allah mengenalimu lebih dari orang lain.
Waw ketika mendengar kata-kata “Walaupun tidak banyak orang yang mengenalimu
Cukuplah allah mengenalimu lebih dari orang lain.”
It’s amazing in my life,,,,walaupun mungkin kita tidak pernah baik di mata orang lain, tapi kemungkinan besar kita akan selalu baik di mata allah, dan itu yang terpenting dalam hidupku…

Seseorang juga pernah mengatakan sebuah kata yang akan selalu aku ingat hingga akhir hayatku
“ Tuhan terlebih dahulu mengirimkan ku orang yang salah
Sebelum dia mengirimkan ku pada orang yeng benar “
Waw….. begitu mendengar kata-kata itu
Hatiku pun begitu tertegun
Sungguh Tuhan begitu sayang padaku
Tuhan selalu menghadirkan hal-hal yang begitu indah dalam hidupku…
Bagaimana tidak…. Tuhan tlah mempertemukan ku pada orang yang salah hingga aku menemukan sosok yang benar….
Aku juga menyikapi hidup layak nya seperti sebuah roda yang selalu berputar
Ada kalanya aku berada di bawah dan ada saatnya pula aku berada di atas…
Hidup ini akan indah dan lebih berwarna jika aku, kamu,kita atau siapa pun akan selalu mensyukuri segala anugrah yang tlah di berikan tuhan…….
terima kasih ALLAH
thanks my family
thanks my best friends....
I LOVE U ALL



Kamis, 07 Juni 2012

Sinthesis Amida

Sintesis Oleokimia dan Turunan Oleokarbohidrat sebagai Komoditas Bahan Kimia Agroindustri

Hemat R Brahmana, Mimpin Ginting, Adil Ginting, dan Magdalena Tarigan

Jurusan Kimia, Universitas Sumatera Utara
Kelapa sawit merupakan sumber fine chemicals yang dapat dihilirkan ke berbagai bentuk bahan komoditas. Di samping itu, sumber bahan karbohidrat seperti ubi kayu dapat diubah menjadi sorbitol dan glukosa yang dapat diesterifikasi dan dieterifikasi dengan asam lemak untuk digunakan sebagai bahan surfaktan yang luas penggunaannya pada industri pangan, farmasi, dan kosmetika. 
Minyak kelapa sawit dan inti sawit segera terinteresterifikasi oleh metanol/NaOH pada suhu kamar dengan pengadukan kuat selama 30 menit untuk menghasilkan metil ester asam lemak (MEAL, 98%) serta gliserol yang terpisah dalam dua fase. Bahan pewarna karotenoid yang terlarut bersama MEAL dapat dipisahkan dengan cara penyabunan yang diikuti ekstraksi. MEAL dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel dan bahan dasar oleokimia atau melalui interesterifikasi dengan turunan karbohidrat untuk membentuk surfaktan. Penelitian ini bertujuan mensintesis oleokimia dan turunan oleokarbohidrat.
Reaksi interesterifikasi terhadap minyak nabati lebih efisien serta efektif dilakukan dengan alkohol/NaOH (30 menit, suhu kamar) dibandingkan dengan alkohol/H2SO4, biarpun dengan bantuan pelarut aromatik toluena (2 jam, refluks). Pemisahan MEAL campuran lauh lebih efektif dibandingkan dengan pemisahan asam lemak bebas campuran ke dalam bentuk fraksi tunggalnya masing-masing. Pemisahan karotenoid tidak menimbulkan emulsi apabila dilakukan melalui interesterifikasi, asalkan pemisahan baru dilakukan setelah MEAL yang mengandung karotenoid disabunkan lalu dipisahkan secara ekstraksi pelarut organik.
Sintesis amida asam lemak yang banyak digunakan sebagai pemlastis pada industri polimer maupun sebagai bahan pemantap karet pekat dapat dilakukan melalui reaksi amidasi antara asam lemak maupun MEAL dengan urea pada suhu 160°C selama 2 jam. Reaksi esterifikasi dan eterifikasi antara asil dan alkil klorida asam lemak dengan turunan garam natrium karbohidrat dapat dilakukan dengan bantuan katalis perpindahan dua fase tridodesil amina atau trietil amina hidroklorida.

Minggu, 03 Juni 2012

Amida



Cabe Jawa ( Piper retrofractum )

Suku : Piperaceae

Sinonim : Chavica labilardierei Miq.
                  Chavica maritima Miq.
                  Piper officinarum (Miq.) DC.


Kandungan kimia
Buahnya mengandung minyak atsiri 0,6-0,7%. Di samping itu, terdapat pula alkaloid (piperin) dan suatu senyawa amida yang mirip dengan senyawa yang terkandung dalam Piper longumin yaitu piplartin, piplasterin dan sesamin. Pada bagian batang dapat ditemukan pula harsa, piperin, piplartin, triakontan dan 22,23-dihidro-stigmasterin. Rimpang mengandung piperin, 0,2-0,25% piperlongumin dan lebih kurang 0,002% piperlonguminin.


Tanaman ini mengandung alkaloid yang mempunyai inti piperidin dengan ikatan rangkap pada posisi 3,4 (Piperlongumin). Akar tanaman ini mengandung 6 macam alkaloid yaitu, Sefaradion B, Sefaradion A, Sefaranon B, Aristolactam A II, Norsefaradione B, 2-hidroksi-1-metoksi-4H-dibenzoquinolin-4,5(6H)-dione,10-amino-4-hidroksi-3-metoksi fenantrene-1-karboksilik asam laktam (piperolaktam A); 10-amino-4-hidroksi-2,3-dimetoksifenantrene-1-car-boksilik asam laktam (piperolaktan B) dan 2-hidroksi-1-metoksi-6-metil-4H-dibenzo-quinoline-4,5 (6H)-dione (piperadion). Disamping itu ditemukan pula suatu senyawa amida retofraktamida A, B, C, D.
Senyawa yang memberikan rasa pedas adalah Piperin, 5-(3,4-dioksimetlene fenil)-2-trans, 4-trans; dan bentuk asam pentadienoik yakni Piperidida. Senyawa-senyawa homolognya, seperti Piperittin (trienoik), Piperanin (monoenoid) dan Piroperine (analog dengan pirolidin) dilaporkan hanya memberikan rasa pedas yang amat lemah atau bahkan tidak memberi rasa pedas. Resapan Ultra Violet pada panjang gelombang 342 nm adalah karakteristik untuk sistem konjugasi diene yang tersambung pada cincin aromatik yang dipakai untuk memperkirakan adanya Piperine dan senyawa lain yang segolongan.

Piperine adalah prisma berkerucut satu yang pada awalnya tidak berasa, lama-lama tajam, pedas menggigit, melebur pada suhu 130OC, bersifat netral terhadap lakmus. PK pada 18 drjtC = 12,22 sedikit larut dalam air (pada 18 drjtC 40 gram per liter air) dan tidak larut dalam petroleum eter. Satu gram larut dalam 15 ml alkohol, 1,7 ml kloroform dan 36 ml eter. Larut dalam benzena, asam asetat.11)

Di bidang industri makanan digunakan sebagai bahan penambah rasa pedas pada minuman keras. Di bidang industri pestisida digunakan sebagai insektisida, karena piperin diketahui lebih poten terhadap lalat dibanding piretrum, dalam hal ini 0,05% piperin dan 0,01% piretrum diketahui lebih poten dibanding 0,10% piretrum tunggal.

Piperidin berupa cairan dengan bau yang karakteristik dan bila diraba serasa seperti sabun, namun bila digojog tidak berbusa. Dia akan menjadi padat bila didinginkan pada suhu 13 drjtC di bawah nol. Melebur pada suhu 7OC di bawah nol, dan titik didihnya 106OC. Senyawa ini memiliki indeks bias 1,4534 (suhu 20 drjtC) dan specific gravity 0,8622 (d420).

Efek biologik
Piplartin mempunyai efek sebagai pereda batuk.
Sifat estrogen yang menginduksi aktivitas alkalin fosfatase pada proses pematangan endometrium kelinci dihambat dengan pemberian sari buah dan akar Piper retrofractum Vahl.
Daun dan atau akar tidak menunjukkan aktivitas sebagai antifertilitas pada tikus putih dan mencit.
Buahnya menghambat perkembangan ja-nin pada tikus betina yang hamil, juga memperpanjang fase estrus siklus vaginal pada tikus dan babi.
Sari buah / biji memiliki aktivitas antifertilitas pada tikus.
Kegunaan di masyarakat
Sebagai bahan obat pada penyakit de-mam, persalinan kurang lancar, mulas, kejang perut, kolik, beri-beri, keringat tidak keluar, lemah syahwat, daunnya untuk obat kumur (radang mulut), akarnya untuk mengurangi rasa sakit pada radang gusi.

 Deskripsi 
 
Perawakan: semak memanjat, ujung menggantung, 2 - 10 m. Batang: bulat, berakar pelekat di setiap buku yang membenjol, jarang merayap, tajuk di atas pohon lain atau dinding tua. Daun: tunggal, bertangkai, duduk berseling, bentuk bulat telur - bulat memanjang, pangkal jantung - tumpul - pasak, meruncing, gundul, permukaan bawah dengan kelenjar bening rapat, 0,5 - 20 x 3.5 - 13 cm, tangkai 0,5 - 3 cm. Bunga: bulir, tegak atau patent, tangkai 0,75 - 2 cm, daun pelindung oval - bulat telur, 1,5 - 2 cm, menguning. Bulir jantan: 2,5 - 8,5 cm, kepala putik 2 - 3, pendek, tumpul, tetap. Buah: berlekatan dengan tangkai atau daun pelindung, membulat lebar, merah terang. Biji: diameter 2 - 2,5 mm.

Waktu berbunga : Januari - Desember
Distribusi : Di Jawa pada elevasi 1 - 600 m.dpl, di tanam di tanah kering berpasir.
Sifat khas : Warna buah.

Budidaya
Untuk memperbanyak digunakan biji atau stek batang. Sama halnya dengan Piper yang lain, maka untuk pengadaan stek bibit diambil dari batang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Metode pengambilan stek bisa menggunakan 7 ruas atau stek 1 ruas berdaun satu. Tumbuhan ini memerlukan rambatan, dan pohon rambatan yang sering digunakan oleh masyarakat adalah pohon turi (Sesbania grandiflora) atau juga pohon gamal (Glyricidia sp.). Media stek yang dipakai adalah tanah yang gembur dan tidak berlempung, lingkungan stek harus lembab, namun tidak becek, pembuangan kelebihan air perlu di perhatikan. Usahakan stek daun tidak terkena sengatan panas matahari langsung, perlu diberi naungan atap atau sejenisnya. Penyakit yang sering dijumpai ialah Cephaleuros virescens, suatu ganggang yang dapat menimbulkan bercak-bercak pada daun dan ranting dan dapat menggugur-kannya.




                                                                         file:///D:/cabe-jawa-piper-retrofractum-vahl.html