Tampilkan postingan dengan label Queenfho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Queenfho. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

penyakit minamata










Tiba-tiba saja perhatian warga di Indonesia, tersedot ke Teluk Buyat di Sulawsi. Penyebabnya, sejumlah nelayan di kawasan itu, menderita penyakit yang diduga akibat pencemaran lingkungan oleh unsur logam berat Merkuri atau air raksa. Sejumlah pengamat lingkungan mengkhawatirkan, akan munculnya penyakit Minamata di Teluk Buyat. Silang sengketa sampai sekarang memang belum tuntas. Tapi apa sebetulnya penyakit Minamata itu ? Sesuai dengan namanya, penyakit Minamata berasal dari nama teluk Minamata di Jepang. Kasus pertama penyakit Minamata ditemukan tanggal 21 April 1956. Ketika itu seorang anak perempuan berusia lima tahun, dibawa ke klinik pediatri dr.Kaneki Noda, dengan keluhan mengalami sejumlah gejala kerusakan otak dan jaringan saraf tulang belakang. Seminggu kemudian, adiknya yang berusia tiga tahun, juga dibawa ke klinik karena menunjukan gejala yang sama. Karena itulah, dr.Noda pada tanggal 1 Mei 1956 merujuk kedua pasien kecil itu ke pusat kesehatan Minamata. Para dokter di pusat kesehatan Minamata menduga, kasusnya tidak hanya menimpa dua anak tsb. Sebagai konsekuensinya dilakukan penyidikan epidemiolog di kawasan Teluk Minamata. Hasilnya amat mengejutkan, karena jumlah penderitanya amat banyak. Bulan Agustus 1956, dengan dikoordinir Universitas Kumamoto dilakukan penelitian yang lebih serius. Ditarik kesimpulan sementara, para penderita penyakit kerusakan otak dan saraf itu, disebabkan cemaran logam berat dalam kadar tinggi. Tapi logam berat apa? Dan dari mana sumber logam beratnya?

Pencemaran pabrik kimia

Sorotan langsung ditujukan ke pabrik kimia Chisso, yang berada di kawasan Teluk Minamata. Sebuah kasus yang sulit, karean Chisso Company, adalah pabrik kimia yang menunjang ekonomi Jepang ketika itu. Di pabrik tsb, diproduksi asetal dehida, dengan cara reaksi gas asetilen dengan merkuri-sulfat. Asetal-dehida diolah lagi untuk menghasilan asam asetat dan PVC. Semua sampah bahan kimia itu, tanpa diolah terlebih dahulu, langsung dibuang ke laut di Teluk Minamata. Dampaknya, teluk Minamata tercemar dan sistem aquatik di sana menimbun sampah kimia dalam rantai makanannya. Di kawasan Teluk Minamata saja ditemukan ribuan penderita kerusakan otak dan saraf tsb. Pada saat dilakukan penelitian epidemiologi, tercatat sudah 17 orang meninggal akibat sindroma penyakit semacam itu. Dari laporan para dokter, diketahui penyakitnya tidak muncul secara tiba-tiba. Gejala penyakitnya muncul bertahap, berupa gangguan gerak motorik, nyeri hebat pada persendian, kaburnya penglihatan, ganguan sensorik, gangguan bicara, mundurnya kemampuan intelektual serta ketidak stabilan emosi. Penelitian lebih lanjut menyimpulkan, terjadinya dampak keracunan dari ikan atau kerang, yang ditangkap di sekitar Teluk Minamata.\

Dihambat pemerintah

Dari dua kasus anak-anak balita, yang diperiksa di pusat kesehatan Minamata, tiba-tiba kasusnya meluas. Patut dicatat, dalam kondisi ekonomi Jepang yang baru bangkit lagi setelah kalah perang, adalah tabu membicarakan kecerobohan pabrik sebesar Chisso. Penelitian para ilmuwan berjalan amat lambat. Pemeriksaan pabrik dihambat oleh pejabat pemerintah. Sementara untuk menyelidiki sedimen limbah pabrik, diperlukan ketelitian dan waktu lama. Para ilmuwan menyimpulkan, para nelayan dan keluarganya di Teluk Minamata keracunan logam berat. Tapi logam berat apa? Berapa dosis berbahayanya? Setelah ujicoba pada binatang dan bedah mayat korban penyakit Minamata, pada tahun1959 dipastikan, bahwa para nelayan dan keluarganya keracunan logam berat Mercury alias air raksa. Setelah dilakukan penelitian lanjutan, pada tahun 1961 Uchida memastikan, senyawa beracunnya adalah keluarga Metyl-Merkuri. Para penderita penyakit Minamata, menunjukan kadar Merkuri antara 200 sampai 500 mikrogram per liter darahnya. Sementara batasan aman menurut WHO adalah antara lima sampai 10 mikrogram Merkuri per liter darah. Publikasi berbagai hasil penelitian itu, memicu kemarahan pemerintah Jepang. Dr. Hosokawa, direktur rumah sakit Minamata, dilarang melanjutkan penelitiannya. Menteri industri dan perdagangan nasional Jepang pada saat itu, Hayato Ikeda mengecam Universitas Kumamoto, karena publikasinya mengenai penyakit Mimamata dinilai membahayakan pertumbuhan ekonomi. Tapi penyakit kerusakan otak dan saraf itu, tidak hanya muncul di Minamata. Juga di kawasan industri Niigata muncul kasus serupa.

Ancaman membesar

Setelah ancamannya membesar, barulah pemerintah Jepang sadar, kebijakan industrinya ternyata merugikan rakyat kecil. Didirikanlah pusat penlitian penyakit Minamata. Para penderita yang masih hidup atau keluarga yang meninggal diberi ganti rugi. Timbunan logam berat Merkuri, ternyata masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan. Setiap harinya, rata-rata warga Minamata mengkonsumsi sampai 500 gram ikan atau kerang yang ditangkap di perairan tsb. Padahal ikan atau kerang itu, sudah tercemar logam berat Merkuri. Sebagai pemangsa akhir, manusia menimbun logam berat dalam tubuhnya, sampai mencapai kadar memicu sindroma penyakit Minamata dan menimbulkan kematian. Sampai tahun 1990 lalu, biro lingkungan hidup Jepang mencatat 987 korban meninggal dan 2.900 penderita penyakit Minamata yang masih hidup. Sebagai konsekuensinya, pemerintah Jepang memerlukan waktu 15 tahun, untuk membersihkan dan mereklamasi Teluk Minamata dari cemaran logam berat. Akan tetapi, yang juga cukup mencemaskan, jumlah bayi yang lahir dengan kerusakan otak dan saraf tetap tinggi. Penelitian dr. Masazumi Harada pada tahun 1968, menunjukan timbunan logam berat Merkuri ini, diturunkan dari ibu kepada bayinya melalui plasenta. Yang juga menarik, kasus diturunkannya kadar Merkuri dari ibu ke anak, ternyata hanya terjadi di kawasan Minamata. Selain itu, dalam penelitiannya di berbagai negara di seluruh dunia, Harada melaporkan, kasus pencemaran lingkungan oleh logam berat Merkuri terus terjadi. Penelitian di Kanada misalnya, menunjukan, pencemaran pabrik caustic-soda menyebabkan tingginya timbunan logam berat Merkuri pada penduduk asli. Sampel rambut penduduk setempat, menunjukan kadar Merkuri antara 50 sampai 100 ppm. Walaupun pemerintah Kanada mengakui ada pencemaran Merkuri, namun membantah terjadinya sindroma penyakit Minamata. Sementara di Jirin dan Heilong di Cina, pencemaran logam berat dari pabrik asetal-dehida menyebabkan, gejala penyakit Minamata ringan diantara penduduk. Masih banyak kawasan pencemaran logam berat Merkuri yang diteliti Harada, menunjukan munculnya berbagai gejala penyakit Minamata baik ringan maupun berat. 
 
 

Kamis, 28 Februari 2013

JERMAN IN MY LOVE

Keistimewaan Jerman

Sebelum orang menentukan ingin sekolah ke Jerman, seharusnya sudah mengetahui apa yang menarik dan istimewa dari pendidikan di Jerman. Tanpa mengetahui ini dan hanya menuruti apa kata orang, maka hanya kekecewaanlah yang diperoleh nantinya. Untuk itu sebelum menentukan, carilah informasi sebanyak mungkin, keuntungan dan kerugian, enak tidaknya, bagaimana persyaratannya, dll.
Selain itu suatu hal yang penting lagi dalam hal mencari informasi adalah janganlah kita percaya akan satu sumber informasi saja, misal dari buku ini atau dari brosur-brosur yang ada di DAAD maupun yang ada di Kedubes Jerman sendiri. Karena kadang kalau yang tertulis di dalamnya kurang proporsional untuk kepentingan calon mahasiswa. Ada kalanya ada sesuatu yang masih tersembunyi dan belum diinformasikan. Sehingga bila banyak sumber informasi, maka akan diperoleh banyak pertimbangan dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Tetapi jangan menjadi sebaliknya, karena banyak informasi maka menyulitkan menentukan suatu keputusan.
Oleh karena itu untuk membantu menambah penyediaan sumber informasi yang dibutuhkan, guna menentukan pengambilan keputusan untuk belajar di Jerman, dapat dipertimbangkan beberapa hal tersebut di bawah ini :
  1. Masalah biaya pendidikan sepertinya masih belum banyak orang yang tahu bahwa di Jerman orang sekolah dari Sekolah Dasar (Grundschule) hingga ke tingkat doktoral tidak dipungut biaya seperti membayar uang gedung, SPP, dll. Dengan kata lain, bahwa sekolah di Jerman adalah gratis. Kalaupun ada pungutuan itu berupa suatu iuran sosial (Sozialgebhür) di mana besarnya relatif kecil. Sebagai contoh, di universitas Bremen untuk semester musim panas 2001, penulis hanya membayar sebesar 164,60 DM.

    Biaya ini sudah termasuk untuk membeli Semester Ticket. Oleh karena itu bila penulis tidak menginginkan semester tiket, maka hanya dikenakan biaya sebesar 80 DM saja. Kalaupun ada kenaikan iuran sosial ini, sebetulnya dikarenakan perubahan harga BBM yang berfluktuasi setiap tahunnya, dimana kecenderungan fluktuasinya naik. Sebagai contoh untuk iuran sosial semester musim dingin tahun 2001, penulis dikenakan kenaikan sehingga harus membayar sebesar 175,40 DM. Kalau tidak menggunakan semester tiket, maka tetap membayar 80 DM saja. Untuk Universitas dan Fachhochschule di lain kota mempunyai tarif tersendiri, walaupun semuanya masih termasuk relatif murah.

     
  2. Di Jerman, untuk seseorang yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan setara S3 (Doktor) terdapat keistemawaan khusus, yakni bila di Indonesia telah lulus S1 (Sarjana strata satu), maka di Jerman ada kemungkinan untuk promosi langsung ke doktoran (tidak mesti melalui Diplom/Magister). Hal ini bisa terjadi kalau memenuhi persyaratan dengan melalui penyetaraan ijasah kita:  Dengan cara ini seseorang bisa sedikit menyingkat waktu (biasanya temen-temen dari DAAD yang mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute Bremen, dimana bila masih S1, maka setelah berkenalan dengan Tim Pandu kebanyakan "merubah" haluan langsung dapat kesempatan promosi S3/Doktoran). Model promosi seperti ini belum banyak diketahui calon mahasiswa dari Indonesia.

Minggu, 28 Oktober 2012

LUPUS



LUPUS
APA ITU PENYAKIT LUPUS……………..?????????????

Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.
Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.
Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk geja LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Kamis, 04 Oktober 2012

Awas, Koran Bekas

Usaha-usaha untuk menanggulangi pencemaran logam berat di Indonesia sampai saat ini belum banyak dilakukan. Hal ini terutama karena sebagian besar industri di Indonesia belum mempunyai sarana pengolahan limbah yang memadai.

Usaha yang dapat kita lakukan untuk menghindari bahaya logam berat, antara lain dengan menghindari sumber bahan pangan yang memiliki risiko mengandung logam berat, mencuci dan mengolah bahan pangan yang akan dikonsumsi dengan baik dan benar.

Selain itu, kita juga perlu memperhatikan dan peduli terhadap lingkungan agar pencemaran tidak semakin bertambah jumlahnya. Peningkatan pengetahuan mengenai logam berat juga dapat bermanfaat dan membuat kita lebih waspada terhadap pencemaran logam berat.

Logam berat di dalam bahan pangan ternyata tidak hanya terdapat secara alami, namun juga dapat merupakan hasil migrasi dari bahan pengemasnya. Oleh karena itu, pengemasan bahan pangan harus dilakukan secara hati-hati. Pengemasan makanan dengan menggunakan kertas koran bekas tentu tidak tepat karena memungkinkan terjadinya migrasi logam berat (terutama Pb) dari tinta pada koran ke makanan. Pengemasan makanan dengan bahan yang memiliki aroma kuat, seperti PVC (Poly Vinyl Chloride) dan styrofoam, memungkinkan terjadinya migrasi arsen ke makanan. 
 
Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, makanan, dan minuman. Accidental poisoning seperti termakannya senyawa timbal dalam konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan gejala keracunan timbal seperti iritasi gastrointestinal akut, rasa logam pada mulut, muntah, sakit perut, dan diare.

Menurut Darmono (1995), Pb dapat mempengaruhi sistem saraf, inteligensia, dan pertumbuhan. Pb di dalam tubuh terikat pada gugus SH dalam molekul protein dan hal ini menyebabkan hambatan pada aktivitas kerja sistem enzim. Efek logam Pb pada kesehatan manusia adalah menimbulkan kerusakan otak, kejang-kejang, gangguan tingkah laku, dan bahkan kematian.
Toksisitas logam Cu pada manusia, khususnya anak-anak, biasanya terjadi karena CuSO4. Beberapa gejala keracunan Cu adalah sakit perut, mual, muntah, diare, dan beberapa kasus yang parah dapat menyebabkan gagal ginjal dan kematian (Darmono, 1995).

Senyawa arsen sangat sulit dideteksi karena tidak memiliki rasa yang khas atau ciri-ciri pemaparan lain yang menonjol. Gejala keracunan senyawa arsen terutama adalah sakit di kerongkongan, sukar menelan, menyusul rasa nyeri lambung dan muntah-muntah. Kompensasi dari pemaparan arsen terhadap manusia adalah kanker, terutama kanker paru-paru dan hati. Terpapar arsen di udara juga dapat menyebabkan pembentukan kanker kulit pada manusia.
 
http://nasional.kompas.com/read/2008/09/21/11254074/Bahaya.Logam.Berat.dalam.Makanan.

jadi,,,jangan gunakan koran bekas sebagai kemasan makanan kalian yach....
diri kita hanya kita yang mencintainya......

salam persahabatan........

Rabu, 27 Juni 2012

Negara Paling Kreatif Adalah Negara Jerman

Jerman penuh dengan keindahan alam

Negara Jerman merupakan salah satu Negara di Eropa yang memiliki suatu posisi serta kedudukan yang kuat di Uni Eropa. Jerman terletak di atara Negara Negara lainnya seperti Belanda, Belgia, Republik Ceko,Austria, Polandia. Yang dimana Negara Negara tersebut berbatasan langsung dengan Negara Jerman. Wilayah kedaulatannya seluas 357.000 km2 terbentang antara Laut Utara dan Laut Baltik di utara dan Pegunungan Alpen di selatan. Dan tentunya keindahan alamnya terbentang di seluruh penjuru Negara tersebut. Terdapat hutan yang terkenal dan nama hutan ini namanya sama dengan nama kue tart yang biasa kita makan yaitu, Black forest. Terdapat pula pegunungan pegunungan tinggi yang pada saat musim dingin, banyak pengunjung dari Negara Negara lain untuk ber ski di pegunungan tersebut. Nama pegunungan ini adalah pegunungan Alpen. Tidak hanya gunung dan hutan, tetapi di Jerman terdapat tiga sungai besar yang melewati Negara Ceko, Jerman, Belanda. Nama sungai ini adalah sungai Rhein, Donau dan Elbe. Sungai ini biasanya digunakan untuk wisata air di kota kota dimana sungai ini berada. Seperti di Berlin dan koln, banyak wisatawan yang naik dalam kapal kecil dan berkeliling menggunakan kapal tersebut untuk menikmati keindahan alam kota tersebut. Dan tentunya, kota kota di jerman dalam masa pembangunannya, mereka memadukan antara unsur sejarah dan modern. Jadi masih banyak sekali peninggalan bangunan bangunan kuno yang dibiarkan  dan dijadikan tempat wisata. Tetapi terdapat pula bangunan bangunan modern yang berdiri tegap di tengah perkotaan yang dapat menarik perhatian para orang orang yang melihatnya.

Sungai Rhein yang melewati kota Koln
Sungai Rhein yang melewati kota Koln
Gedung Gedung Pencakar LangitHutan Black Forest
Gedung Gedung Pencakar Langit                        Hutan Black Forest
Berliner DomGereja Buntung

Sabtu, 02 Juni 2012

Kiwano ( blowfish fruit )


Timun Berduri Aneh dari Afrika

Unik tapi fakta – Bentuk buah ini unik. Bulat lonjong dengan tonjolan kulit mirip duri atau tanduk. Warnanya kuning menyala dan daging buahnya berwarna hijau segar. Tampilan yang unik dan cantik ini masih ditambah rasa yang unik pula.





Penampilan buah ini mirip buah melon besarnya hanya saja bulat panjang. Yang menjadi ciri khas buah asal Afrika ini adalah tanduk atau duri yang ada di beberapa bagian kulitnya. Mirip buah naga tetapi lebih besar. Umumnya warna kulitnya kuning oranye dengan daging buah berwarna hijau segar. 

Karena bentuknya yang unik, kiwano punya berbagai nama julukan, sebut saja African horned cucumber, jelly melon, hedged gourd, juga ada yang menyebut mentimun bertanduk, atau labu lindung. Di bagian tenggara Amerika Serikat, kiwano disebut blowfish fruit karena bentuknya mirip ikan buntal. Jika dipotong maka akan terlihat daging buah yang berair dan segar. Rasanya seperti campuran antara jeruk, jeruk nipis, dan mentimun namun ada sedikit jejak rasa rasa pisang. Teskturnya lunak dan ringan di mulut, dan bijinya halus putih seperti timun dan aman dimakan. Buah ini selain dimakan begitu saja, dibuat jus atau dipotong sebagai hiasan kue dan dessert.

Buah yang disebut ‘Gakachika’ di Zwimbawe ini dapat tumbuh secara alami di ladang maupun semak-semak. Tak heran jika orang banyak meninggalkannya di ladang, agar bisa tumbuh dan dipanen lagi pada musim berikutnya. Pertumbuhan buah yang sudah ada sejak 3000 tahun yang lalu ini paling baik dikembangbiakkan saat musim panas. Kiwano kini dikembangkan di California, Chile, Australia, dan Selandia Baru. Dalam kelompok tumbuhan kiwano tergolong keluarga jenis timun, labu, melon dan semangka. Secara nutrisi Kiwano kaya akan serat, vitamin A dan vitamin C. Kandungan nutrisi ini berkhasiat melancarkan pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Di Indonesia buah yang sudah tersedia dan bibitnya di toko pertanian hanya saja jenis yang hijau kulitnya.


Sumber:http://www.uniktapifakta.com/2011/11/ada-timun-berduri-dari-afrika.html